Meski demikian, Faisal mengatakan bahwa BMKG memperkirakan curah hujan dengan kategori tinggi mulai muncul di sejumlah wilayah memasuki Oktober hingga November 2026. “Memasuki bulan Oktober hingga November 2026, curah hujan kategori tinggi mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah.”
Di sisi lain, Faisal juga mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak kemarau. Hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 4.900 titik panas yang terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
“Hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat 4.900 titik panas terutama di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur. Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Faisal memperkirakan risiko karhutla mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan.
“Risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026 dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan, khususnya Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan,” jelasnya.