sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BMKG Proyeksi Puncak Musim Kemarau di Agustus, Hujan Meningkat Mulai Oktober-November

News editor Binti Mufarida
30/07/2026 12:07 WIB
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Setelah itu, intensitas hujan berpotensi meningkat secara bertahap pada Oktober-November 2026.
BMKG Proyeksi Puncak Musim Kemarau di Agustus, Hujan Meningkat Mulai Oktober-November. (Foto: Binti Mufarida/iNews Media Group)
BMKG Proyeksi Puncak Musim Kemarau di Agustus, Hujan Meningkat Mulai Oktober-November. (Foto: Binti Mufarida/iNews Media Group)

Meski demikian, Faisal mengatakan bahwa BMKG memperkirakan curah hujan dengan kategori tinggi mulai muncul di sejumlah wilayah memasuki Oktober hingga November 2026. “Memasuki bulan Oktober hingga November 2026, curah hujan kategori tinggi mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah.”

Di sisi lain, Faisal juga mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak kemarau. Hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 4.900 titik panas yang terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.

“Hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat 4.900 titik panas terutama di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur. Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Faisal memperkirakan risiko karhutla mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan.

“Risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026 dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan, khususnya Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan,” jelasnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement