“Sedangkan total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit. Rusak sedang 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit. Dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Ngada,” ujar Berton.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 70 orang. Untuk korban luka-luka, BNPB menggunakan data dari Kementerian Kesehatan yang mencatat sebanyak 1.182 orang.
Berton menjelaskan, terdapat perbedaan jumlah korban luka yang disampaikan BNPB dan Basarnas karena kedua lembaga menggunakan dasar penghitungan yang berbeda.
“Bahwa jumlah korban luka-luka yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Tadi kalau Basarnas tadi menyampaikan 132, jadi ada perbedaan-perbedaan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda,” katanya.
Berdasarkan rincian BNPB, Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah korban luka paling banyak, yakni 442 orang luka berat dan 513 orang luka ringan.