Selain itu, Suharyanto menyetujui penambahan armada pesawat OMC sekaligus perluasan pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.
“Saya izinkan juga kalau ada penambahan, kemudian saya izinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” terangnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (31/7/2026), operasi OMC di Kalimantan Tengah menggunakan pesawat jenis Caravan telah dilaksanakan dengan total durasi terbang selama empat jam.
Sebanyak 2.000 kilogram bahan semai NaCl telah disebarkan untuk menjangkau wilayah penyemaian seluas 1.777,60 kilometer persegi. Sementara itu, stok bahan semai NaCl yang tersedia di Posko OMC tercatat sebanyak 6.000 kilogram.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan OMC tahap pertama di wilayah Kalimantan Tengah, pada periode 16 hingga 30 Juni 2026. OMC tersebut terlaksana dengan durasi terbang hingga 63 jam 18 menit, dengan jumlah penerbangan 31 sorti serta bahan semai yang digunakan sebanyak 31.000 kilogram.