sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNPB Sebut Karhutla Masih Terjadi dalam Sepekan

News editor Ari Sandita
11/07/2026 03:35 WIB
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode 10–12 Juli 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih kemarau
BNPB Sebut Karhutla Masih Terjadi dalam Sepekan (FOTO:iNews Media Group)
BNPB Sebut Karhutla Masih Terjadi dalam Sepekan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyebutkan, dalam periode pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, terjadi dua kejadian baru berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jawa Timur masih menjadi fokus penanganan sejumlah stakeholder di daerah.

"Karhutla pertama terjadi di Kabupaten Ponorogo, sejak Rabu (8/7) dengan luas lahan terdampak sekitar 2,5 hektare. Lokasi titik api berada di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan. Tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api  pada Kamis (9/7), dan dipastikan kebakaran tidak meluas. Kabupaten Ponorogo saat ini masih menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 November 2026," ujarnya pada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, kejadian baru lainnya adalah karhutla di Kabupaten Situbondo, pada Rabu (8/7), dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare.

Adapun lokasi titik api teramati di Kelurahan Mimbaan dan Desa Juglangan, Kecamatan Panji. Berkat upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan, api berhasil dipadamkan dan situasi telah terkendali, Kamiw (9/7). Kabupaten Situbondo juga masih berstatus Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

"BNPB mengapresiasi respons cepat BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, relawan, serta seluruh unsur terkait dalam melakukan penanganan sehingga kedua kejadian tersebut dapat segera dikendalikan," tuturnya.

Dia menerangkan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode 10–12 Juli 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim kemarau.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan tingkat kelembapan yang relatif rendah sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dia menambahkan, BMKG menyatakan adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus meningkatkan patroli terpadu pada wilayah rawan karhutla, memperkuat upaya deteksi dini, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. Upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau," katanya.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement