IDXChannnel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi cukup untuk menghadapi musim kemarau. Hal itu berlaku untuk hampir semua pangan pokok strategis, tidak hanya beras.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan, untuk komoditas beras telah mencapai swasembada sempurna. Menurutnya, swasembada beras dapat menjadi tolak ukur dikarenakan beras merupakan porsi terbesar dalam konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia.
"Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," kata Amran.
Adapun pernyataan masih besarnya konsumsi beras masyarakat tersebut selaras dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia pada 2025 yang secara berkala dihitung Bapanas. Skor PPH pada 2025 menunjukkan konsumsi padi-padian masyarakat Indonesia berada lebih dari 50 persen.
Selanjutnya terdiri dari 12,7 persen yang merupakan konsumsi pangan hewani dan 12,4 persen minyak dan lemak. Sayur dan buah 6,8 persen, gula 4 persen, dan selebihnya kacang-kacangan, umbi-umbian, buah/biji berminyak, dan lain sebagainya.
"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insyaallah pangan kita aman, terutama beras," kata Amran.
Dalam laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras yang ada di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli. Sementara untuk Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat total 7,34 ribu ton sampai akhir Juni lalu. Untuk CPPD tingkat kabupaten/kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Akan tetapi tentunya stok CPP tidak hanya beras. Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy memastikan pemerintah secara simultan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, terutama untuk membangun stok cadangan pangan yang kokoh.