IDXChannel - CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne mengatakan bahwa sistem tol di Selat Hormuz merupakan opsi yang lebih baik dibandingkan dengan penutupan total.
"Jelas bahwa pembukaan kembali dan keleluasan berlayar melalui Selat Hormuz, bahkan jika Anda harus membayar kepada siapa pun, sangat penting untuk pasar global," kata bos raksasa minyak asal Prancis itu, dilansir dari France 24 pada Selasa (14/4/2026).
Hal itu disampaikannya dalam sebuah acara di sela-sela Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington pekan ini.
Sejak dimulainya perang di Timur Tengah pada 28 Februari, pengiriman melalui selat tersebut—yang biasanya dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas dunia—sebagian besar lumpuh.
Pada Senin, Presiden AS Donald Trump selanjutnya memerintahkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran—hambatan lain untuk melewati selat tersebut.
"Ini akan menambah lapisan likuiditas yang lebih rendah di pasar," kata Pouyanne.
CEO tersebut mengatakan bahwa negara-negara Barat sebagian besar telah terlindungi dari dampak ekonomi terburuk perang melalui cadangan minyak dan gas mereka.
Namun, ia memperingatkan bahwa jika perang dan blokade ini berlangsung lebih dari tiga bulan, Barat akan mulai menghadapi masalah pasokan yang serius, terutama dalam hal bahan bakar jet dan diesel. (Wahyu Dwi Anggoro)