Selain itu, kunjungan Presiden Prabowo ke berbagai negara juga disebut sebagai bagian dari upaya membuka jalur bantuan yang lebih luas.
“Sehingga BoP kah, bilateral kah, multilateral kah, kunjungan Presiden ke berbagai negara—pulang dari New York mampir ke berbagai negara—adalah membuka pintu seluas-luasnya untuk bantuan kita masuk ke Gaza dan Palestina pada umumnya,” kata Cak Imin.
Cak Imin juga mengungkapkan adanya indikasi bahwa bantuan yang dikirim ke Gaza tidak semuanya sampai kepada penerima. “Karena, ada indikasi bantuan yang masuk yang kita bawa itu tidak sampai 30%, tidak sampai 30% yang sampai, yang lain terhambat. Intinya tujuannya itu,” paparnya.
Selain misi kemanusiaan, Cak Imin menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi Presiden Prabowo juga mempertimbangkan kepentingan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
“Semua tujuan yang dilakukan oleh Presiden adalah untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional. Jadi kepentingan nasional nomor satu. Nomor satu adalah kepentingan nasional, sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus, itu yang paling pokok,” kata dia.
Dia meminta publik tidak memperdebatkan langkah-langkah strategis diplomasi pemerintah secara berlebihan, karena tidak semua detail kebijakan dapat disampaikan secara terbuka.
“Sehingga jangan meributkan hal-hal yang strategis karena itu ada tujuan dalam yang di dalam tujuan pelaksanaan diplomasi itu, karena tidak semua bisa disampaikan oleh Presiden.” katanya.
“Tapi yang ingin saya sampaikan adalah agar produksi industri kita aman, agar kepentingan ekonomi nasional kita aman, agar kita bisa tetap membantu Gaza dan Palestina dengan sangat lebih banyak lagi, itulah yang kita tuju,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)