sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cak Imin Jamin Kualitas Layanan Tak Berkurang Seiring Pemutakhiran Data PBI-JKN

News editor Binti Mufarida
23/02/2026 19:30 WIB
Proses pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan penerima bantuan iuran benar-benar tepat sasaran dan sistem JKN berjalan semakin baik.
Cak Imin Jamin Kualitas Layanan Tak Berkurang Seiring Pemutakhiran Data PBI-JKN. (Foto Istimewa)
Cak Imin Jamin Kualitas Layanan Tak Berkurang Seiring Pemutakhiran Data PBI-JKN. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan, pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas layanan BPJS Kesehatan sekaligus langkah strategis memastikan bantuan tepat sasaran.

“Ya, hari ini kita melakukan pemutakhiran data PBI-JKN di mana ini menjadi momentum untuk para direksi baru, sehingga kerjaan rutin dalam pemutakhiran data PBI-JKN ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya usai Rapat Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui Pemutakhiran Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) bersama Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala BPS, dan jajaran direksi BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Cak Imin menegaskan, masyarakat miskin tidak perlu takut berobat. Proses pemutakhiran data dilakukan justru untuk memastikan penerima bantuan iuran benar-benar tepat sasaran dan sistem jaminan kesehatan nasional berjalan semakin baik.

Pemutakhiran data dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BPJS Kesehatan. Dinamika sosial-ekonomi yang cepat menuntut pembaruan data secara berkala agar kebijakan subsidi kesehatan tetap akurat dan adil.

Cak Imin menekankan proses penonaktifan bukanlah penghapusan hak, melainkan masa transisi bagi masyarakat yang telah dinilai mampu agar bersiap menjadi peserta mandiri.

“Untuk disampaikan saja kepada seluruh masyarakat penonaktifan kepada penerima bantuan iuran adalah proses transisi dimana nanti kepada yang sudah mampu untuk siap-siap yang sudah mampu tidak berhak menerima PBI untuk siap-siap, intinya itu transisinya,” kata dia.

Pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit tetap berjalan. Mekanisme pembiayaan sedang diperkuat agar tidak terjadi penolakan layanan kepada peserta selama masa transisi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut saat ini pemerintah tengah menyiapkan surat edaran atau keputusan bersama yang mengatur masa sosialisasi dua hingga tiga bulan sebelum perubahan status diberlakukan secara efektif.

“Untuk itu atas saran Pak Menko, kami sedang menyusun satu surat edaran bersama atau surat keputusan nanti dimana perubahan atau penonaktifan itu berlaku dua atau tiga bulan setelah ditetapkan,” kata dia.

“Sehingga masa sosialisasi ada kemudian juga kita bisa bersiap untuk memberikan satu informasi kepada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang melayani,” ujar Gus Ipul.

Dia menjelaskan, dari lebih 11 juta data yang dimutakhirkan, sekitar 106 ribu peserta telah otomatis aktif kembali. Sisanya saat ini dalam proses ground checking bersama BPS, pendamping sosial, dan pemerintah daerah selama dua bulan ke depan.

Hasilnya akan menjadi dasar penetapan apakah peserta tetap menerima PBI atau beralih menjadi peserta mandiri sesuai kondisi sosial-ekonominya.

Gus Ipul menambahkan, transformasi data ini merupakan bagian dari integrasi menuju data tunggal nasional yang dikelola BPS. Dia juga menegaskan anggaran PBI tidak dikurangi maupun dialihkan.

“Alokasinya tetap tidak dikurangi anggaran tidak dialihkan ke mana-mana kan gitu tetap untuk keperluan PBI tidak dialihkan. Jadi ini penting untuk disampaikan supaya masyarakat tidak terbawa oleh informasi-informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi enggak ada yang namanya pengurangan anggaran,” ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement