sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

China Ogah Bantu AS di Selat Hormuz, Trump Ancam Tunda Kunjungan

News editor Wahyu Dwi Anggoro
16/03/2026 14:17 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan rencana kunjungannya ke China bulan depan berpotensi ditunda.
China Ogah Bantu AS di Selat Hormuz, Trump Ancam Tunda Kunjungan. (Foto: Anadolu)
China Ogah Bantu AS di Selat Hormuz, Trump Ancam Tunda Kunjungan. (Foto: Anadolu)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan rencana kunjungannya ke China bulan depan berpotensi ditunda.

Dilansir dari Yonhap pada Senin (16/3/2026), dia meminta Beijing untuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis di tengah perang antara AS-Israel dengan Iran.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut selama wawancara telepon delapan menit dengan The Financial Times.

“Saya pikir China juga harus membantu karena China mendapatkan 90 persen minyaknya dari Selat tersebut,” kata Trump, menurut laporan tersebut.

Trump telah merencanakan untuk mengunjungi Beijing dari akhir Maret hingga awal April untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

“Kami ingin tahu sebelum itu. Waktunya masih panjang.nKami mungkin akan menunda," katanya.

Pemimpin AS itu juga mendesak beberapa negara — termasuk Korea Selatan, China, Prancis, Jepang, dan Inggris — untuk mengirim kapal guna membantu mengamankan selat tersebut, yang penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Tekanan ini muncul karena Iran secara efektif telah menutup jalur pelayaran vital tersebut, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan terhadap pasar energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi. 

Trump juga memperingatkan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dapat menghadapi masa depan yang sangat buruk jika sekutu AS tidak membantu membuka kembali jalur air tersebut.

Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One baru-baru ini, Trump mengatakan dia telah meminta sekitar tujuh negara untuk bergabung dalam koalisi untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, meskipun dia tidak menyebutkan negara mana saja yang akan terlibat. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement