sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Digitalisasi Kini Merambah Warung dan Toko Kelontong

News editor Isty Maulidya
12/11/2023 18:06 WIB
Sebanyak 940 warung tradisional di wilayah Kota Tangerang bakal berubah menjadi warung digital.
Digitalisasi Kini Merambah Warung dan Toko Kelontong. (Foto Istimewa)
Digitalisasi Kini Merambah Warung dan Toko Kelontong. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Sebanyak 940 warung tradisional di wilayah Kota Tangerang bakal berubah menjadi warung digital. Warung tradisional tersebut akan bertransformasi menjadi warung berbasis transaksi daring, seperti sebuah e-commerce.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menyampaikan, Warung Digital atau Warung Qta, ini berada di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Warung Qta digagas di tengah perubahan ekonomi, seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19, di mana transaksi di warung tradisional berubah menjadi transaksi jarak jauh.

“Di era disruption ini, pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Tangerang, mustahil kalau ngak berkembang. Warung Qta berperan sebagai solusi atasi pertumbuhan ekonomi dan Pemkot yang memfasilitasi teknologi dan perangkat lainnya, untuk memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan melalui pembelian online,” jelas Arief pada Minggu (12/11/2023).

Arief menerangkan, dengan lebih dari 940 outlet Warung Qta di Kota Tangerang, diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam menghadapi arus perubahan. Era perubahan ekonomi ini tentunya akan dapat diatasi dengan kolaborasi antara  pemerintah, pendidikan dan swasta.

“Langkah-langkah inovatif dan adaptasi terhadap teknologi, terus diupayakan. Mari bersama-sama mewujudkan ekonomi yang tangguh dan inklusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Suli Rosadi mengungkapkan, Warung Digital merupakan program penataan ulang untuk meningkatkan daya saing warung rakyat di tengah persaingan bisnis ritel dengan pelaku peritel modern untuk mewujudkan warung tradisional di Kota Tangerang.

Untuk pengadaan barang di warung digital, Pemkot Tangerang bekerja sama dengan sumber produk langsung baik pabrikan besar maupun dengan Koperasi Peternakan dan Koperasi Peternakan.

"Untuk memasok kebutuhan sayuran kami kerjasama dengan Koperasi Pesantren, Koperasi Pertanian, Ciwidey dan Pangalengan. Untuk pengadaan telor kami kerjasama langsung dengan Koperasi Putera Blitar (Koperasi Peternak Unggas Blitar) dan banyak lagi sumber pabrikan untuk produk industri lainnya," ungkap Suli.

Warung tradisional yang sudah bertransformasi menjadi warung digital, selain pasokan yang akan terus tersedia, juga difasilitasi Pilih Toko Terdekat (Pikkat) yakni platform digital di bidang retail. Ini digunakan untuk para konsumen yang ingin berbelanja tanpa harus keluar rumah.

"Tentu harapannya, konsumen para warung digital akan kian luas. Pastinya, lewat warung digital akan tersaji warung murah dari rakyat untuk rakyat. Warung QTA lebih mudah dan murah," pungkas Suli.

(YNA)

Halaman : 1 2 3
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement