IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran hanya memiliki waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi eskalasi militer besar-besaran, dengan mengatakan "neraka akan datang" jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Iran juga meluncurkan sistem pertahanan udara baru buatan dalam negeri untuk menyerang pesawat Amerika, kata juru bicara militer Iran Kolonel Ebrahim Zolfaghari pada Sabtu (4/4/2026), menurut kantor berita negara Iran IRNA.
Komentar tersebut muncul setelah Iran menembak jatuh dua pesawat tempur AS pada Jumat, termasuk F-15E dan A-10, dengan satu awak Amerika masih hilang.
Secara terpisah, sebuah proyektil menghantam dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran pada Sabtu, menewaskan satu anggota staf dan merusak sebagian fasilitas tersebut, kata Badan Energi Atom Internasional, mengutip otoritas Iran.
Badan tersebut menambahkan bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang terdeteksi, meskipun Direktur Jenderal Rafael Grossi menyatakan keprihatinan yang mendalam, memperingatkan bahwa serangan di dekat situs nuklir membawa risiko serius.