Mufti juga menilai, pemadaman listrik yang terus terjadi juga mulai mengancam keselamatan dan nyawa warga. Bahkan Mufti mengaku, ada kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di dapilnya, akibat masalah kelistrikan saat pemadaman berlangsung.
Dia menilai ironi Indonesia sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia yang justru mengalami krisis listrik. Ia meminta Pemerintah menindak tegas pengusaha nakal yang lebih mementingkan ekspor daripada kebutuhan dalam negeri, serta mengingatkan agar masalah ini jangan dijadikan alasan untuk menaikkan tarif listrik yang akan semakin membebani rakyat.
“Jangan setiap kali terjadi masalah, rakyat selalu diminta memahami keadaan. Saat BBM naik, rakyat diminta mengerti. Saat listrik padam, rakyat diminta bersabar. Indonesia tidak kekurangan batu bara maupun pembangkit. Yang mulai habis hari ini adalah kesabaran rakyat melihat masalah yang sama terus berulang tanpa ada yang benar-benar bertanggung jawab,” kata Mufti.
(Nur Ichsan Yuniarto)