Tak hanya itu, angka kematian tertinggi juga ditemukan pada kelompok usia anak. “Yang meninggal paling banyak adalah usia lima sampai 14 tahun, sekitar 37–40 persen,” ujarnya.
Prof. Hartono menjelaskan, banyak kasus fatal terjadi karena anak terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Untuk itu, ia mengingatkan orang tua agar waspada terhadap fase kritis DBD yang biasanya muncul pada hari keempat hingga kelima setelah demam.
“Demam berdarah adalah penyakit yang tidak bisa diramalkan. Masuk rumah sakit bisa jalan kaki, tetapi keluar bisa berbeda sekali jika terlambat ditangani,” kata Prof. Hartono.
Adapun beberapa gejala yang harus diwaspadai di antaranya
- muntah terus menerus
- nyeri perut hebat
- tubuh lemas
- kaki dan tangan dingin
- bibir membiru
Selain mengancam kesehatan, DBD juga berdampak pada pendidikan anak. Anak yang terinfeksi sering mengalami absensi sekolah yang tinggi dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang.