Pemerintah saat ini menantikan pencairan dana tambahan yang difokuskan pada pembinaan atlet muda, persiapan SEA Games, dan Olimpiade mendatang atas arahan Presiden.
"Presiden sudah meminta hal tersebut. Alhamdulillah, Menteri Keuangan melalui jajaran Direktorat Jenderal menyampaikan bahwa dalam satu hingga dua minggu ke depan mudah-mudahan ada kabar baik," lanjut Erick.
Sementara itu, terkait kesiapan keorganisasian, pihak ya terus bersinergi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Chief de Mission (CdM) Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, yang telah melakukan peninjauan ke lapangan.
Adapun mengenai peranan sektor swasta, Erick menegaskan bahwa sponsor swasta memiliki ruang yang luas pada penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional. Namun untuk Pelatnas, karena terikat regulasi keuangan negara, keterlibatan swasta difokuskan pada dukungan sarana dan peralatan olahraga.
“Untuk kejuaraan nasional, Asia, atau dunia, sponsorship lebih fleksibel. Tetapi untuk Pelatnas, karena menggunakan anggaran pemerintah, pengaturannya lebih kompleks. Sponsor masih bisa membantu dari sisi peralatan olahraga," pungkas dia.
(Nadya Kurnia)