Dari hasil pemantauan kegempaan, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 12–13 milimeter dan durasi 25–30 detik. Selain itu, tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 1–20 milimeter, dengan amplitudo dominan 5 milimeter.
Sementara itu, kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan dalam keadaan tenang. Hingga saat ini, PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan gunung demi menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata PVMBG dalam rekomendasinya.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta selalu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disampaikan melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Api.
(kunthi fahmar sandy)