Namun, Iran mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya ingin memindahkan pembicaraan ke Oman dan melaksanakannya dalam format bilateral, untuk memastikan bahwa pembicaraan tersebut hanya berfokus pada isu-isu nuklir dan bukan pada masalah lain seperti rudal.
Para pejabat AS awalnya terbuka terhadap permintaan untuk mengubah lokasi, namun kemudian menolaknya, sebelum kembali mengubah pendirian.
Menurut sejumlah sumber, beberapa pemimpin Timur Tengah mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Rabu sore untuk mencabut ancaman pembatalan perundingan.
Potensi pembatalan pertemuan memicu kekhawatiran di Timur Tengah bahwa Trump akan beralih ke aksi militer. Setidaknya sembilan negara dari kawasan tersebut menghubungi Gedung Putih di tingkat tertinggi dan mendesak AS untuk tidak membatalkan pertemuan tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)