IDXChannel—Hujan berintensitas tinggi tanpa henti sejak Rabu (21/1/2026) malam di Kabupaten Bekasi menyebabkan banjir kembali meluas. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya sejumlah wilayah sempat dilaporkan berangsur surut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan hasil asesmen tim di lapangan menunjukkan dampak banjir kini semakin meluas sehingga diperlukan penanganan darurat tambahan.
“Mengacu hasil asesmen tim di lapangan, kami segera merespons dengan menambah jumlah titik pengungsian maupun dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir,” kata Muchlis di Cikarang, Jumat (23/1/2026).
Muchlis menjelaskan, titik pengungsian saat ini tersebar di tujuh kecamatan yang terdampak paling parah, yakni Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan, dan Tambun Utara.
“Di Kecamatan Sukawangi terdapat empat titik pengungsian, Tambun Selatan tiga titik. Kemudian Babelan, Cikarang Utara, dan Tambun Utara masing-masing dua titik. Sementara Karangbahagia dan Sukakarya masing-masing satu titik,” ujarnya.
Menurut Muchlis, lokasi pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren, hingga rumah tokoh masyarakat setempat.
BPBD Kabupaten Bekasi mencatat, banjir kini meluas di 17 kecamatan dan tersebar di 51 desa. Total keluarga terdampak mencapai 30.649 kepala keluarga (KK), dengan 2.412 KK di antaranya terpaksa mengungsi. Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, mulai dari 10 hingga 130 sentimeter.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan fokus pemerintah daerah saat ini adalah penanganan kedaruratan, terutama evakuasi warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Sebanyak 2.412 KK sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” kata Dodi.
Hingga kini, petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, serta kebutuhan darurat lainnya.
Daftar 17 Kecamatan Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi
Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir, yang berpotensi memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani.
BPBD masih melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat.
“Kami mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam,” ujar Muchlis.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per Jumat (23/1), banjir melanda 17 kecamatan, di antaranya Kecamatan Sukawangi dengan tinggi muka air 30–130 sentimeter, Tambun Utara 30–120 sentimeter, serta Cikarang Utara dan Cikarang Timur 20–120 sentimeter.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Cabangbungin (30–110 sentimeter), Tambelang (40–100 sentimeter), Sukakarya (10–100 sentimeter), Kedungwaringin (30–100 sentimeter), Tambun Selatan (30–90 sentimeter), dan Karangbahagia (10–80 sentimeter).
Wilayah lain yang terdampak meliputi Babelan (20–80 sentimeter), Pebayuran (10–80 sentimeter), Cibitung (10–70 sentimeter), Sukatani (40–60 sentimeter), serta Tarumajaya dan Muaragembong dengan ketinggian 20–50 sentimeter.
Selain banjir, musibah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Hingga Jumat sore, hujan deras masih mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda.
(Nadya Kurnia)