Sugiono mengingatkan bahwa Selat Hormuz adalah urat nadi ekonomi global. Gangguan di jalur ini tidak hanya berdampak pada pasokan energi, tetapi juga berbagai komoditas lainnya.
"Perdamaian logistik. Karena bukan cuma minyak yang lewat Selat Hormuz. Yang lewat Selat Hormuz itu berbagai macam produk," katanya.
Sebagai bagian dari langkah teknis normalisasi, Sugiono mengatakan pemerintah juga mendukung aksi pembersihan ranjau laut guna memastikan keamanan setiap kapal yang melintas.
"Normalisasi yang tadi disampaikan ya tentu saja upaya-upaya de-mining juga dilakukan, membersihkan ranjau-ranjau laut yang ada di sekitar Selat Hormuz,” kata Sugiono.
(Nur Ichsan Yuniarto)