sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Pengelolaan Sampah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

News editor Febrina Ratna Iskana
07/06/2026 20:30 WIB
Pertamina memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menanam 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Pengelolaan Sampah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Foto: Inews Media Group)
Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Pengelolaan Sampah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026)

Kegiatan kick off yang juga diikuti dengan penanaman pohon serentak di lingkungan Pertamina Group yakni, di sekitar wilayah operasi Kilang Plaju, Elnusa dan unit operasi lainnya.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, yang memimpin peringatan Hari Lingkungan Hidup di Yogyakarta mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi isu utama lingkungan di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup yakni Saatnya Bekerja untuk Iklim.

Selain penanaman pohon, Pertamina juga menyerahkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp150 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.

Arya mengatakan pemilihan TPS3R Guwosari sebagai lokasi kick off bukan tanpa alasan. Lokasi ini merupakan binaan Fuel Terminal Rewulu, wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, yang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan sampah.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement