"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pertamina untuk terus memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kami memilih TPS3R Guwosari sebagai titik awal karena tempat ini menunjukkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan secara nyata memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Arya.
Lurah Guwosari Masduki menjelaskan inisiasi pengelolaan sampah terpadu di wilayahnya telah membantu permasalahan sampah bagi 1.500 KK, dan memberikan penghasilan bagi lebih dari 27 warga termasuk lansia yang bekerja di berbagai bidang. Mulai dari pengambilan sampah, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos, pemeliharaan ayam, dan lain-lain.
"Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, dimana semakin terpilah dengan baik, maka biaya pengolahan sampahnya akan semakin kecil atau bahkan tidak dipungut biaya, dan dari kegiatan ini pekerja pendukung bisa mendapatkan gaji sekitar Rp2 juta-Rp3 juta,” kata dia.
Berbagai inisiatif yang dikembangkan di TPS3R Guwosari antara lain pengolahan sampah organik menjadi biochar yang dimanfaatkan sebagai material filter knalpot mobil tangki, pemanfaatan sampah plastik menjadi palet dan furnitur, serta pengolahan limbah segel mobil tangki menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna.
Melalui berbagai inovasi tersebut, diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.