Direktur CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan, dinamika geopolitik saat ini memicu volatilitas jalur perdagangan yang secara langsung menghambat rantai pasok barang.
Menurutnya, ketegangan geopolitik dunia telah menciptakan hambatan nyata sehingga melalui CKB Supply Chain Forum 2026, pihaknya mengajak seluruh pihak berkolaborasi merumuskan solusi logistik yang tangguh, responsif, dan terintegrasi.
“Sinergi ini mutlak diperlukan agar kita dapat memitigasi risiko, menghadapi berbagai skenario terburuk, dan memastikan roda distribusi tetap berputar lancar,” ucap Iman.
Sementara itu, Direktur Logistik dan Distribusi CKB Logistics, Ety Puspitasari, menambahkan bahwa manajemen rantai pasok industri strategis perlu segera bertransformasi. Pendekatan operasional tidak bisa lagi hanya berpusat pada efisiensi biaya (efficiency-driven), tetapi harus beralih mengutamakan ketangguhan (resilience-driven).
“Resilience-driven tidak dicapai dengan hanya menghindari gangguan secara mutlak saja, melainkan melalui desain jaringan operasional yang fleksibel dan kolaborasi erat di seluruh ekosistem logistik. Tujuannya agar pemulihan bisnis dapat berjalan jauh lebih cepat atau recover faster saat krisis terjadi,” ucap Ety.