Setijadi menyampaikan fakta tersebut di sela-sela diskusi pada forum CKB Supply Chain Forum (CSCF) 2026 di Jakarta, Kamis (26/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Setijadi mengingatkan agar pelaku usaha memperkuat pemahaman fundamental terkait manajemen risiko yang harus terintegrasi ke dalam operasi harian, mulai dari pengadaan, persediaan, pergudangan, transportasi, kepabeanan, hingga distribusi dan pelayanan pelanggan.
SCI juga merekomendasikan lima pilar ketahanan rantai pasok, yaitu risk governance, visibility, flexibility, collaboration, dan continuous improvement.
Implementasinya mencakup pemetaan risiko end-to-end, penentuan prioritas berdasarkan dampak bisnis, penyusunan SOP kontingensi, pemasok dan rute alternatif, persediaan strategis, sistem peringatan dini, serta pemanfaatan digital control tower.
Sekadar informasi, CKB Supply Chain Forum (CSCF) merupakan forum diskusi yang digelar oleh anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), yakni PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistik), dan diikuti oleh para stakeholder di industri logistik, termasuk otoritas kepabeanan.