"Apakah depresiasi yen baru-baru ini akan memicu perubahan sikap adalah poin penting yang perlu diperhatikan," ujarnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun telah melonjak ke level tertingggi dalam 27 tahun di kisaran 2,30 persen, sementara yen melemah sekitar 8,0 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak Takaichi menjabat pada Oktober lalu.
Sumber-sumber yang mengetahui pembahasan internal BOJ menyebutkan bahwa sebagian pembuat kebijakan melihat peluang kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar, dengan April mulai dipertimbangkan sebagai opsi yang realistis.
Namun, survei Reuters memperkirakan BOJ baru akan kembali menaikkan suku bunga pada Juli, dengan lebih dari 75 persen responden memperkirakan suku bunga mencapai 1,0 persen atau lebih pada September.
Dalam laporan prospek triwulanan yang akan dirilis Jumat, BOJ diperkirakan akan merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 dari 0,7 persen, serta sedikit menaikkan perkiraan inflasi inti, seiring stabilnya kenaikan upah dan meningkatnya harga barang. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)