"Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan bersenjata asing -- terutama militer AS yang agresif -- jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB.
Dengan memblokir Selat Hormuz, Iran mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia. Di sisi lain, AS memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan Teheran.
Per 29 April, lebih dari 900 kapal komersial terlacak di Teluk Persia, menurut perusahaan intelijen maritim AXSMarine.
Perang antara Iran dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari, dipicu serangan oleh Washington dan Tel Aviv. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone serta menutup Selat Hormuz. (Wahyu Dwi Anggoro)