IDXChannel - Kuwait mulai meningkatkan produksi minyak, di tengah pembukaan kembali Selat Hormuz seusai kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dilansir dari Investing pada Jumat (19/6/2026), Kuwait berencana meningkatkan produksi menjadi 2 juta barel per hari dalam waktu seminggu.
"Negara tersebut telah melakukan perbaikan yang cukup pada infrastruktur energi yang rusak sehingga mampu meningkatkan produksi ke tingkat sebelum perang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya," kata CEO Kuwait Petroleum Corp, Sheikh Nawaf Al-Sabah, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
Produksi negara tersebut merosot hingga serendah setengah juta barel per hari selama perang, setelah ladang minyaknya menjadi sasaran dan penutupan Selat Hormuz mencekik jalur pelayaran utama.
Bersama dengan Irak, Bahrain, dan Qatar, Kuwait sangat bergantung kepada Selat Hormuz untuk mengekspor minyak.