Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah membuka Selat Hormuz secara permanen.
Hal ini diungkapkan Trump lewat Truth Social pada Rabu (15/4/2026). Trump mengatakan, selat itu bakal dibuka secara permanen oleh AS untuk China dan juga untuk dunia.
Klaim ini muncul lantaran Selat Hormuz saat ini di bawah blokade Iran dan AS. AS memblokir jalur maritim dari dan ke pelabuhan Iran menyusul tidak ada jalan keluar saat negosiasi damai antara Iran dan AS di Pakistan.
"China sangat senang karena saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi," tulis Trump.
(Nur Ichsan Yuniarto)