Selat tersebut kini lumpuh akibat ancaman serangan dari Iran. Sejak akhir bulan, belasan kapal telah diserang di sekitar perairan itu.
Kondisi ini mendorong harga minyak ke titik tertinggi sejak Juli 2022. Perang di kawasan Teluk hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. (Wahyu Dwi Anggoro)