sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran Ingin Tunda Negosiasi Nuklir, Siap Buka Selat Hormuz Jika Blokade AS Dicabut

News editor Wahyu Dwi Anggoro
27/04/2026 12:06 WIB
Iran dikabarkan ingin menunda negosiasi terkait program nuklirnya yang selama ini menghambat pembicaraan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Iran Ingin Tunda Negosiasi Nuklir, Siap Buka Selat Hormuz Jika Blokade AS Dicabut. (Foto: Freepik)
Iran Ingin Tunda Negosiasi Nuklir, Siap Buka Selat Hormuz Jika Blokade AS Dicabut. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Iran dikabarkan ingin menunda negosiasi terkait program nuklirnya yang selama ini menghambat pembicaraan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Axios pada Senin (27/4/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa Iran juga menawarkan pembukaan Selat Hormuz jika AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhannya terlebih dahulu.

Menurut para sumber, usulan tersebut disampaikan oleh Iran kepada AS melalui sejumlah mediator, termasuk Pakistan.

Berdasarkan usulan tersebut, gencatan senjata akan diperpanjang untuk jangka waktu yang lama atau dibuat permanen, sementara pembicaraan nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan blokade laut AS dicabut.

Seorang pejabat AS dan sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan bahwa Gedung Putih telah mendengar usulan Iran tersebut, tetapi belum mengindikasikan apakah akan menerimanya.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Senin dengan para pejabat senior keamanan nasional, terutama untuk membahas kebuntuan negosiasi dengan Iran dan kemungkinan langkah selanjutnya.

Trump baru-baru ini mengatakan dia ingin mempertahankan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran untuk meningkatkan tekanan pada Teheran.

Upaya diplomatik meningkat selama akhir pekan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan di Islamabad, Pakistan dan Muscat, Oman yang berfokus pada situasi di Selat Hormuz.

Araghchi tiba di Saint Petersburg, Rusia pada Senin pagi untuk pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat senior lainnya.

Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April tetapi gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik mereka. Negosiasi tersebut dilakukan setelah Pakistan menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Trump.

Meskipun upaya untuk putaran pembicaraan berikutnya sedang berlangsung, beberapa poin yang masih menjadi kendala adalah penutupan Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement