sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran-Pakistan Bahas Perkembangan Perang via Telepon Usai Trump Bicara Perundingan Damai

News editor Febrina Ratna Iskana
19/04/2026 21:09 WIB
Menlu Iran dan Menlu Pakistan bahas perang AS-Israel terhadap Iran melalui telepon usai Trump sebut negosiator AS siap negosiasi damai.
Iran-Pakistan Bahas Perkembangan Perang via Telepon Usai Trump Bicara Perundingan Damai. (Foto: iNews Media Group)
Iran-Pakistan Bahas Perkembangan Perang via Telepon Usai Trump Bicara Perundingan Damai. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar telah membahas perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran selama percakapan telepon.

Kedua pemimpin tersebut “membahas dan bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional terkini serta hubungan bilateral”, menurut pernyataan yang disampaikan oleh Kantor Berita Tasnim Iran dikutip dari Aljazeera, Minggu (19/4/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa negosiator AS akan berada di Pakistan pada Senin untuk mengadakan putaran kedua perundingan damai dengan Iran.

Trump tidak merinci pejabat mana yang akan dikirim AS pada putaran kedua pembicaraan tatap muka dengan Iran di Islamabad. Pembicaraan akhir pekan lalu, di mana Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, berakhir tanpa kesepakatan.

Dalam unggahannya, Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata dua minggu yang akan berakhir pada hari Rabu dengan menembakkan peluru pada Sabtu di Selat Hormuz, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (19/4/2026).

Presiden AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil di Iran jika negara itu tidak menerima kesepakatan yang ditawarkan AS.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan di Iran,” tulis Trump.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ini adalah “kesempatan terakhir” bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan damai.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement