IDXChannel - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar sejumlah poin dalam kesepakatan gencatan senjata.
Dilansir dari The Hill pada Kamis (9/4/2026), proposal 10 poin yang diusulkan Iran menjadi dasar dari kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Teheran dan Washington.
"Ini membuat gencatan senjata dan negosiasi sulit dilakukan," kata Ghalibaf di platform media sosial X.
Menurut Ghalibaf, pelanggaran pertama adalah berlanjutnya serangan oleh Israel terhadap Lebanon, rumah bagi milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Iran mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata juga mencakup Lebanon, sementara AS dan Israel membantah hal tersebut.
Menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang membantu menengahi kedua belah pihak, kesepakatan gencatan senjata tersebut juga meliputi Lebanon.
Ghalibaf menambahkan bahwa sebuah drone terdeteksi di langit Iran. Ini dianggap sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap kedaulatan wilayah Negeri Mullah itu.
Ghalibaf juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk memperkaya uranium. Ia menegaskan bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium adalah bagian dari proposal 10 poin.
"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang-ulang terhadap semua bentuk komitmen – sebuah pola yang sayangnya telah terulang sekali lagi," katanya.
Iran dan AS dijadwalkan melakukan negosiasi untuk kesepakatan yang bersifat permanen di Pakistan pada Jumat. Sumber-sumber mengatakan bahwa Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Iran Araghchi akan memimpin delegasi negaranya. (Wahyu Dwi Anggoro)