IDXChannel—Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan efek dari mengonsumsi atau menghirup gas dinitrogen monoksida atau N2O atau dikenal dengan gas tertawa.
Kepala BPOM menjelaskan bahwa gas tersebut secara medis digunakan untuk anestesi dan memberikan efek tenang kepada pasien sebelum operasi. Gas itu merupakan pengembangan dari amonia menjadi N2O dan menjadi urea.
“Efek dinitrogen oksida itu sebetulnya gas medis yang digunakan di ruang anastesi atau ruang bius sebetulnya untuk membantu proses sedasinya. Sebelum pasien itu dioperasi, dengan penggunaan gas ini pasien akan mengantuk, kemudian hilang rasa cemasnya. Itu fungsi utamanya,” kata Taruna di Kantor BPOM Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2026).
Namun, dia menyayangkan karena ternyata gas tersebut saat ini marak disalahgunakan dengan cara dihirup.
Dia menyebut orang yang menghirup gas N2O secara sengaja tanpa prosedur medis biasanya mencari sensasi dopamin seperti penghilang stres. Karena efek inilah, akhirnya N2O dikenal juga sebagai gas ketawa.