Dalam jangka pendek, konsumsi gas N2O di luar kebutuhan medis bisa berdampak pada kontrol diri dan aspek sosial dari seseorang. Sementara dampak jangka panjang adalah efek ketergantungan yang akan dirasakan secara psikologis.
“Dampak jangka pendeknya, dia akan mengalami kendala dengan sekelilingnya, aspek sosialnya. Jangka panjangnya kan bisa menyebabkan ketergantungan, khususnya ketergantungan atau adiktif secara psikologis, karena dia merasakan, bukan zatnya ya, beda dengan narkotik kalau ini ketergantungan psikologis,” jelas Taruna.
Taruna menjelaskan bahwa bahkan efek terburuk bisa saja dirasakan oleh orang yang menghirup gas tersebut jika dipadukan dengan zat-zat lainnya dengan dosis yang cukup tinggi. Jika hal itu dilakukan, maka ancaman hipotesis bahkan kehilangan nyawa bisa saja mengintai.
“Bisa berdampak pada hal yang lebih parah lagi, apalagi kalau dipadukan dengan zat-zat yang di luar peruntukannya dengan dosis tinggi, menyebabkan sesak napasnya atau hipoksia, dan ujung-ujungnya kan bisa meninggal,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)