IDXChannel - Iran bersumpah akan membalas sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk makin mengisolasi Negeri Mullah tersebut.
Dilansir dari CNA pada Selasa (25/8/2026), sanksi baru itu diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin waktu setempat.
Dalam pengumumannya, Bessent mengatakan bahwa negara-negara yang terus berdagang dengan Iran berisiko dipaksa keluar dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
Meski demikian, pengumuman tersebut tak sekeras yang diperkirakan banyak pihak. Bessent tidak mengidentifikasi negara-negara yang menjadi sasaran atau mengungkapkan kapan sanksi baru tersebut akan berlaku.
Dia beralasan bahwa AS ingin memberi mereka waktu untuk mematuhi ketentuan baru tersebut.