Seusai pengumuman Bessent, Departemen Keuangan AS merilis sanksi baru terhadap 60 individu, entitas, dan kapal, tetapi daftar tersebut tidak termasuk lembaga keuangan China yang diduga memfasilitasi perdagangan minyak Iran.
“Tentu saja, musuh bermaksud melancarkan serangan teroris ekonomi terhadap kita, tetapi kita juga memiliki senjata kita sendiri dan tahu bagaimana memainkan permainan ini,” kata Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh kepada televisi pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa baik China maupun Rusia menentang langkah-langkah AS, dan memperkirakan negara-negara lain akan menentangnya. (Wahyu Dwi Anggoro)