Kedua kapal sempat ditembaki sebelum diduduki angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pasukan paramiliter Iran tersebut menuduh MSC Francesca dan Epaminondas berlayar tanpa izin yang diperlukan.
“Technomar tetap berkomunikasi erat dengan pihak berwenang di wilayah tersebut,” kata operator tersebut.
“Prioritas kami tetaplah keselamatan dan kesejahteraan awak kapal kami," ujarnya.
Kapal kontainer ketiga, Euphoria, yang berbendera Liberia, ditembak di area yang sama tetapi tidak mengalami kerusakan dan berhasil melanjutkan pelayaran ke Uni Emirat Arab.
Insiden ini terhadi sehari setelah pasukan AS mencegat kapal tanker Tifani di Samudera Hindia. Kapal tersebut diduga merupakan bagian dari armada laut bayangan Iran.