sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Israel Serang Yaman, Ini Beda Reaksi Iran dan Arab Saudi

News editor Rahmat Fiansyah
22/07/2024 15:16 WIB
Israel melancarkan aksi balasan atas serangan drone kelompok Houthi dengan mengerahkan belasan jet tempur ke Al-Hudaydah, Yaman.
Israel Serang Yaman, Ini Beda Reaksi Iran dan Arab Saudi. (Foto: Ist)
Israel Serang Yaman, Ini Beda Reaksi Iran dan Arab Saudi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Israel melancarkan aksi balasan atas serangan drone kelompok Houthi dengan mengerahkan belasan jet tempur ke Al-Hudaydah, kota pelabuhan di sebelah barat Yaman

Beberapa negara seperti Iran dan Arab Saudi memberikan pernyataan atas serangan yang dilakukan Israel terhadap Yaman. Iran yang selama ini diduga memberikan bantuan kepada Houthi mengutuk keras serangan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani menyebut serangan tersebut sebagai bentuk perilaku agresif Israel yang kerap membunuh anak-anak.

"Israel dan pendukungnya, termasuk AS secara langsung bertanggung jawab atas dampak berbahaya dan sulit diprediksi, yang timbul dari aksi kejahatan yang terus berlangsung di Gaza, dan serangan terhadap Yaman," katanya dikutip dari Arab News, Senin (22/7/2024).

Tensi geopolitik di Timur Tengah terus memanas sejak Perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023. Konflik ini menarik kelompok militan yang dibekingi Iran di Suriah, Yaman, dan Lebanon.

Dilansir Gulf Times, Arab Saudi mengeluarkan pernyataan tak lama setelah Israel menyerang Yaman. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki al-Malki menegaskan bahwa Arab Saudi tak terlibat dalam serangan tersebut.

Selain itu, Turki mengklaim negaranya tak mengizinkan jet tempur Israel melewati wilayah udaranya. Pernyataan ini untuk menepis isu pesawat F15 dan F35 Israel melewati Arab Saudi untuk membom Al-Hudaydah.

Belakangan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan agar seluruh pihak menahan diri usai serangan itu. Saudi menilai, sikap saling serang antara Israel dan Houthi Yaman memperburuk ketegangan di Timur Tengah dan mendesak berbagai pihak untuk fokus mengakhiri perang di Gaza.

"Kami menyerukan seluruh pihak berupaya maksimal menahan diri dan menjauhkan wilayah dan rakyat dari bahaya perang," katanya.

Pada 2015, Arab Saudi pernah berperang dengan Houthi. Saat itu, Saudi memimpin langsung pasukan koalisi internasional untuk melawan kelompok tersebut sebelum gencatan senjata diterapkan dalam dua tahun terakhir.

(RFI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement