"Secara umum, gelombang, angin, dan arus masih kondusif untuk libur Lebaran tahun ini. Bahkan, untuk periode 15-17 Maret, kondisi laut diprediksi sangat tenang dengan tinggi gelombang kurang dari 0,5 meter," katanya.
Untuk memastikan keselamatan pelayaran dan aktivitas penyeberangan, BMKG secara intensif memantau kondisi atmosfer serta memperbarui prakiraan cuaca maritim secara berkala. Informasi prakiraan cuaca maritim untuk tiga hari ke depan diperbarui setiap satu jam dan disampaikan langsung kepada pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Faisal menegaskan bahwa informasi yang disampaikan BMKG mencakup suhu udara, kelembapan, kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta tinggi gelombang di wilayah Pelabuhan Merak, Bakauheni, dan sekitarnya.
"BMKG bertugas menyuplai informasi, namun kewenangan untuk menghentikan pelayaran saat status mencapai level ‘Awas’ sepenuhnya berada di tangan KSOP," tutur dia.
Faisal juga menyoroti kesiapan infrastruktur observasi BMKG di wilayah Banten. Dari sekitar 10.800 Alat Utama (Alut) BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia, Provinsi Banten termasuk wilayah dengan dukungan fasilitas observasi yang cukup lengkap.