Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mungkin didominasi satu jenis barang, dia menyebut bahwa tahun ini minat pembeli cenderung merata. Meski demikian pendapatan harian Firman dari menjual pernak-pernik Imlek cukup fluktuatif.
Firman mengaku bersyukur karena omset penjualannya tetap menunjukkan tren yang positif di tengah ramainya pengunjung yang datang setelah waktu zuhur.
”Kalau sekarang merata kayaknya. Jadi hampir semua, tempelan apa merata tahun ini. Kalau penghasilan tergantung namanya tukang dagang, omsetnya pasti ada turun ada naik, tapi alhamdulillah semua naik,” ucap dia.
Nuansa merah yang kental di Glodok memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, termasuk Ratna, salah satu pembeli setia yang setiap tahun rutin berkunjung ke Petak Sembilan.
Bagi Ratna, berburu pernak-pernik di sini sudah menjadi tradisi keluarga untuk menghidupkan suasana Hari Raya Imlek. “Biasanya ya tiap tahun, setahun sekali gitu. Kalau lagi mau Imlek kan seru tuh nuansanya kan merah-merah,” ungkap Ratna.