IDXChannel—Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, kawasan Petak Sembilan, Glodok, Pancoran, makin diramaikan pengunjung dan pedagang pernak-pernik serta ornamen bernuansa Imlek.
Pernak-pernik berupa lampion, angpao, hingga gantungan khas Shio mulai menghiasi trotoar, serta gang-gang kecil yang biasanya diisi oleh para pedagang sayur.
Para pembeli juga mulai memadati kawasan ini sejak pagi untuk berburu pernak-pernik serta kuliner khas Tionghoa yang hanya ada saat Imlek.
Salah satu pedagang, Firman (40) mengungkapkan bahwa koleksi yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari hiasan dinding hingga lampu hias yang harganya mencapai jutaan rupiah.
”Banyak. Ampau tempel, gantungan, lampu-lampu yang muter, macam-macam. Paling murah yang biasa, bahan parasut dari harga Rp50.000-an sampai ratusan ribu, sampai ada yang harga jutaan. Banyak sih pernak-pernik ada gantungan, gantungan shio, gantungan netral, tempel-tempel shio,” kata Firman saat diwawancarai, Kamis (5/3/2026).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mungkin didominasi satu jenis barang, dia menyebut bahwa tahun ini minat pembeli cenderung merata. Meski demikian pendapatan harian Firman dari menjual pernak-pernik Imlek cukup fluktuatif.
Firman mengaku bersyukur karena omset penjualannya tetap menunjukkan tren yang positif di tengah ramainya pengunjung yang datang setelah waktu zuhur.
”Kalau sekarang merata kayaknya. Jadi hampir semua, tempelan apa merata tahun ini. Kalau penghasilan tergantung namanya tukang dagang, omsetnya pasti ada turun ada naik, tapi alhamdulillah semua naik,” ucap dia.
Nuansa merah yang kental di Glodok memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, termasuk Ratna, salah satu pembeli setia yang setiap tahun rutin berkunjung ke Petak Sembilan.
Bagi Ratna, berburu pernak-pernik di sini sudah menjadi tradisi keluarga untuk menghidupkan suasana Hari Raya Imlek. “Biasanya ya tiap tahun, setahun sekali gitu. Kalau lagi mau Imlek kan seru tuh nuansanya kan merah-merah,” ungkap Ratna.
Biasanya, dia membeli beberapa pernak-pernik yang diperlukan untuk perayaan Imlek seperti angpau, lampion, taplak meja bahkan sampai makanan kuliner khas Tionghoa.
“Biasanya paling angpao, selain itu biasanya lampion atau mungkin taplak meja,” tutur dia.
Meski tahun ini memasuki tahun Shio yang baru, barang-barang ikonik seperti angpao dan kuliner khas tetap menjadi incaran utama. Dia berharap agar Imlek tahun ini membawa keberuntungan dan kemajuan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
”Paling angpao, baju tidur, atau kue-kue gitu. Cuman mungkin kita lebih kayak kuliner juga gitu. Harapannya ya mungkin biar lebih maju ya kali ya, lebih dari yang tahun-tahun lalu lah gitu,” tutup dia.
(Nadya Kurnia)