"Kami membangun akses menuju jembatan itu mulai tahun 2020. Namun atap jembatannya belum terlaksana, baru ada fondasi yang ada di wilayah Dukuh Kedungkiri, Desa Karangpakel yang di selatan Dukuh Jurangkajong, Desa Karangpakel," ujar Sri Sugiyanto, dikutip pada Senin (20/4/2026).
Penantian tersebut akhirnya menemui titik terang setelah pengajuan bantuan yang dilakukan melalui jalur TNI direspons positif oleh Presiden Prabowo.
Sri Sugiyanto, menjelaskan jembatan tersebut akan sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama bagi sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
"Pengguna jalan dari masyarakat kami dan dari wilayah Kecamatan Bayat juga. Ini aksesnya sangat luar biasa, pengguna kurang lebih 1.500 KK. Untuk anak sekolah, membantu ketika masyarakat kami di lahan pertanian, untuk bekerja di kota-kota yang lain. Juga membantu di bidang kesehatan, ini sangat dekat menuju rumah sakit," tuturnya.
Masyarakat tak perlu mengambil jalan berputar lagi berkat adanya jembatan. Sri Sugiyanto pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan pembangunan jembatan tersebut.