Lebih lanjut, JK menyampaikan Prabowo mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek energi nasional. Salah satunya mengenai energi hijau sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.
"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sampai disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen," katanya.
Dalam kesempatan itu, JK juga mengungkapkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
Dia memastikan berbagai persiapan dasar proyek telah tersedia sehingga tinggal menunggu penyelesaian aspek teknis.
"Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira 60-70 triliun. Dan kita sanggup melaksanakan itu, desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya," katanya.
JK pun menyebut Prabowo telah memberikan persetujuan agar proyek tersebut segera direalisasikan.
"Dan beliau Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu," ungkapnya.
Selain membahas sektor energi, JK mengatakan pertemuan itu juga menyinggung perkembangan situasi keamanan dan upaya perdamaian di kawasan, termasuk di Thailand Selatan serta hubungan Afghanistan dan Pakistan.
"Perdamaian tentang bagaimana Thailand Selatan itu ya, dan bagaimana tentang Pakistan, Afghanistan. Kita lagi bicarakan," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)