"Kami juga melihat progres pemasangan karpet dan penyiapan ruang-ruang yang diperlukan yang saat ini sedang dalam proses. Dengan demikian, dapat kami sampaikan bahwa harapan ini pada prinsipnya sudah terpenuhi," tuturnya.
Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur Kementerian Pembangunan Umum, Efry Biaktama Meliala menjelaskan, masjid ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 29.000 jamaah pada tahap pertama.
Pada tahap pengembangan berikutnya, kapasitas ditargetkan meningkat hingga sekitar 60.000 jamaah.
"Di kawasan masjid, terdapat bangunan utama untuk area salat, plaza, minaret, area penunjang, serta area komersial yang akan digunakan sebagai Plaza Ramadan. Berdasarkan koordinasi dengan Otorita IKN, akan tersedia sekitar 100 tenant, dengan 20 tenant berada di area ini," ujar Efry.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bangunan masjid terdiri atas empat lantai dengan berbagai fasilitas, termasuk ruang salat, ruang pertemuan, ruang VIP, area edukasi, serta fasilitas ramah disabilitas seperti lift, ramp, dan tangga. Desain masjid mengadopsi konsep sorban tergulung yang berputar searah jarum tawaf saat ibadah haji.