IDXChannel—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi sebatas ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sedang terjadi dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Salah satu dampak perubahan iklim adalah peningkatan intensitas curah hujan ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah Indonesia. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyoroti Siklon Tropis Senyar yang melanda Sumatra di penghujung 2025.
Menurutnya, Siklon Tropis Senyar memicu curah hujan yang melampaui batas normal dan mencatatkan rekor baru di beberapa wilayah. Siklon ini menghasilkan rekor curah hujan dasarian III November tertinggi sejak 1991.
“Di Kecamatan Koto Tangah, Sumatra Barat, curah hujan selama periode bencana mencapai sekitar tiga kali lipat dari hujan normal di November. Di Singkil Utara, Aceh, curah hujan dua kali lipat dari kondisi normalnya,” kata Ardhasena dalam diskusi di Universitas Sumatera Utara, Rabu (11/2/2026).
Dalam diskusi ilmiah bertajuk ‘Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra pada November-Desember 2025’, dia menjelaskan bahwa fenomena alam laiknya Siklon Tropis Senyar merupakan bagian dari tren pemanasan global yang konsisten.