sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenhut Intensifkan Penanganan Kayu Hanyutan Pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

News editor Kunthi Fahmar Sandy
06/01/2026 11:37 WIB
Proses pembersihan, pemilahan, pendataan, hingga pemanfaatan kayu dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku.
Kemenhut Intensifkan Penanganan Kayu Hanyutan Pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut (FOTO:Dok Kemenhut)
Kemenhut Intensifkan Penanganan Kayu Hanyutan Pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut (FOTO:Dok Kemenhut)

“Selain pembersihan dan pemilahan kayu, kami juga mendukung penyiapan lahan untuk huntara dan huntap. Kayu yang terdata akan dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat sesuai ketentuan,” kata Novita.

Hasil pengukuran sementara di wilayah Garoga mencatat 426 batang kayu bulat dengan volume 253,85 meter kubik serta kayu gergajian sebanyak 154 keping dengan volume 4,236 meter kubik.

Adapun di Sumatera Barat, Kemenhut melalui UPT setempat bersama KPH dan Dinas Kehutanan Provinsi melakukan identifikasi dan pendataan kayu hanyutan di Pantai Padang serta di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji dan Sungai Air Dingin.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono menjelaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung secara menyeluruh.

“Saat ini kami masih melakukan penghitungan jumlah dan jenis kayu hanyutan di beberapa lokasi. Data ini akan menjadi dasar pemanfaatan kayu sisa bencana setelah tim pemanfaatan ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujar Hartono.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement