Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan pembersihan di lapangan.
“Kami bekerja bersama masyarakat untuk memastikan akses vital dan fasilitas umum segera pulih, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga bisa kembali normal,” kata Novita.
Di Sumatera Barat, pembersihan material kayu dilakukan di kawasan pantai Kota Padang oleh rimbawan UPT Kemenhut, Manggala Agni, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejak 20 hingga 23 Desember 2025, area pantai sepanjang 5,6 kilometer ke arah utara berhasil dibersihkan melalui kombinasi penggunaan alat berat dan gotong royong manual.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Hartono, mengatakan pembersihan pantai dilakukan bertahap untuk memastikan keselamatan dan efektivitas penanganan material kayu berukuran besar.
“Kami memprioritaskan area yang paling terdampak dan ramai aktivitas masyarakat. Pembersihan akan dilanjutkan hingga kawasan muara Penjalinan agar kawasan pesisir kembali aman dan bersih,” ujar Hartono.