“Selain menyingkirkan kayu dan material lumpur, kami juga fokus membersihkan ruang belajar dan area masjid agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat segera kembali berjalan,” ujar Subhan dalam keterangan pers Jumat (26/12/2025).
Dia menambahkan, pembukaan jalur pintu air serta pengeringan area yang tergenang menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan lingkungan pesantren dan permukiman sekitar.
Di wilayah Langkahan, Aceh Utara, tim gabungan Kemenhut, TNI, dan masyarakat melanjutkan pembukaan akses jalan serta pembersihan material kayu sisa bencana. Hingga saat ini, akses jalan sepanjang satu kilometer berhasil dibuka, disusul tambahan empat kilometer jalan desa.
Pembersihan juga dilakukan di fasilitas pendidikan, termasuk SD Negeri 12 Langkahan.
Sementara itu di Sumatera Utara, pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang. Kegiatan meliputi pembersihan tumpukan kayu di sekitar jembatan, rumah warga terdampak, pembuatan parit saluran air, serta penataan lalu lintas di kawasan pasar.