IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utamanya yakni memulihkan akses pada tujuh jembatan putus di ruas vital Batas Bireuen/Bener Meriah-Batas Bener Meriah/Aceh Tengah-Kota Takengon.
Hingga saat ini, lima dari tujuh jembatan tersebut telah kembali fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara itu, dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung, sedang dalam proses penanganan darurat menggunakan Jembatan Bailey.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan dan jembatan merupakan prioritas utama pemerintah dalam situasi tanggap darurat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (17/1/2025).
Progres Penanganan Lintas Tengah (Bireuen – Takengon)
Di jalur lintas tengah ini, akses Batas Bireuen-Takengon sudah tembus secara fungsional melalui jalan alternatif. Khusus untuk Jembatan Jamur Ujung, pemasangan Jembatan Bailey saat ini memasuki tahap pengujian beban (loading test) sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum.