sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan dan Jembatan yang Sempat Putus di Aceh

News editor Rahmat Fiansyah
17/01/2026 15:35 WIB
Kementerian PU terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Kementerian PU terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. PU)
Kementerian PU terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. PU)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utamanya yakni memulihkan akses pada tujuh jembatan putus di ruas vital Batas Bireuen/Bener Meriah-Batas Bener Meriah/Aceh Tengah-Kota Takengon.

Hingga saat ini, lima dari tujuh jembatan tersebut telah kembali fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara itu, dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung, sedang dalam proses penanganan darurat menggunakan Jembatan Bailey.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan dan jembatan merupakan prioritas utama pemerintah dalam situasi tanggap darurat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (17/1/2025).

Progres Penanganan Lintas Tengah (Bireuen – Takengon)

Di jalur lintas tengah ini, akses Batas Bireuen-Takengon sudah tembus secara fungsional melalui jalan alternatif. Khusus untuk Jembatan Jamur Ujung, pemasangan Jembatan Bailey saat ini memasuki tahap pengujian beban (loading test) sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum.

Selain itu, ruas Jalan Kota Bireuen-Batas Bireuen/Bener Meriah juga telah terhubung kembali sejak 18 Desember 2025. Hal ini tercapai setelah pemasangan Jembatan Bailey di Teupin Mane dan penanganan sementara pada titik longsoran selesai dilakukan.

Penanganan intensif juga dilakukan pada Ruas Geumpang-Pameue-Genting Gerbang-Simpang Uning. Segmen Geumpang hingga Genting Gerbang kini sudah dapat dilalui kendaraan.

Untuk segmen Genting Gerbang-Simpang Uning, lalu lintas dialihkan sementara ke jalur alternatif via Angkup untuk menghindari Jembatan Titi Merah dan Jembatan Krueng Pelang yang rusak berat. Pemasangan Jembatan Bailey di Krueng Pelang terus dikebut dan ditargetkan fungsional pada 16 Januari 2026.

Di lokasi lain, Kementerian PU mencatat sejumlah pemulihan akses signifikan pada ruas Meureudu-Batas Pidie Jaya/Bireuen yang statusnya fungsional total untuk semua kendaraan sejak 12 Desember 2025 setelah penimbunan oprit jembatan rampung, serta ruas Kota Bireuen-Batas Aceh Utara yang sudah pulih menggunakan Jembatan Bailey Krueng Tingkem (kapasitas 30 ton) sejak 27 Desember 2025, serta jalur alternatif Jembatan Bailey Awe Geutah yang fungsional sejak 19 Desember 2025.

Konektivitas Wilayah Gayo dan Aceh Tenggara

Kementerian PU juga memastikan konektivitas di wilayah pegunungan Gayo hingga ke selatan Aceh terus terjaga. Pada Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya-Lhok Seumot-Jeuram, kendaraan roda dua dan empat sudah dapat melintas via Jembatan Bailey Krueng Beutong sejak 9 Januari 2026.

Jalur penghubung Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane pun telah terhubung kembali. Hal ini menyusul penanganan sembilan titik longsor dan pemasangan Jembatan Bailey di Lawe Mengkudu I serta Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025.

Meskipun sempat terjadi longsor susulan pada 3 Januari 2026 di ruas Blangkejeren-Batas Gayo Lues, tim di lapangan berhasil menangani hambatan tersebut sehingga jalur kembali terbuka pada 9 Januari 2026. Kini, ruas Genting Gerbang-Celala hingga ke perbatasan Aceh Tenggara telah kembali fungsional.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperkuat penanganan di lapangan, baik melalui penyediaan jembatan darurat maupun persiapan konstruksi permanen, agar pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dapat berjalan berkelanjutan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement