IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam guna menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (14/1/2025).
Pelaksanaan pembangunan sarana air bersih ini dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, melengkapi penanganan 24 titik sumur bor yang sebelumnya telah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. BPBPK Aceh menargetkan pengerjaan 57 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Saat ini, status pelaksanaan di lapangan sangat dinamis, mulai dari tahap persiapan, survei geolistrik, mobilisasi alat, proses pengeboran, hingga beberapa titik yang telah rampung sepenuhnya dan dimanfaatkan warga.
Progres signifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana lima sumur bor dangkal telah selesai 100 persen dan beroperasi mendukung fasilitas umum. Lokasi yang telah terlayani meliputi Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak.