"Nah, upaya yang dilakukan hari ini selain memutakhirkan data, tentu langkah-langkah cepat dalam rangka merevitalisasi bahkan membangun kembali bangunan-bangunan yang tergolong bangunan sekolah ini yang tergolong rusak berat itu terus dilakukan," tuturnya.
Selain kondisi fisik bangunan sekolah, Komisi X DPR juga meminta pemerintah melakukan pendataan terhadap warga sekolah yang terdampak gempa. Pendataan tersebut meliputi guru, siswa, hingga tenaga kependidikan lainnya.
"Kemudian di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa. Nah sekarang sedang dihitung, tetapi DPR sudah membentuk Satgas Bencana dan langsung dipimpin oleh pimpinan DPR sendiri sudah meninjau langsung ke Nusa Tenggara Timur dan sudah memberikan bantuan," kata dia.
Legislator PKB itu memastikan proses belajar mengajar tidak boleh berhenti terlalu lama akibat bencana. Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera mencari solusi, termasuk penggunaan sekolah darurat apabila diperlukan.
"Kami tidak menginginkan pendidikan kita terhenti lama. Kami ingin bahwa proses belajar mengajar terus berjalan di saat gempa yang sampai dengan hari ini memang masih berlangsung gempa susulan. Tetapi kami menginginkan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar proses belajar mengajar untuk anak-anak kita yang ada di NTT terus berjalan. Seperti itu," ungkapnya.